Optimalisasi Pengawasan Rehabilitasi DAS Melalui Aplikasi Digital

Banjarbaru, 24 September 2025 – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tentang optimalisasi pengawasan pelaksanaan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui aplikasi digital pengawasan. Kegiatan ini bertempat di Cafe Forester Tahura Sultan Adam dan dihadiri oleh unsur pimpinan serta para pengawas rehabilitasi DAS, termasuk Kepala Dinas Kehutanan yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PDAS-RHL), Ir. Alip Winarto, S.Hut., M.Si., Kepala Taman Hutan Raya Sultan Adam Ainun Jariah, serta Kepala Seksi PDAS Muslim, S.Hut., M.Hut., beserta jajaran pengawas rehabilitasi DAS lingkup Tahura Sultan Adam.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kehutanan melalui Kepala Bidang PDAS-RHL, Ir. Alip Winarto, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa penggunaan aplikasi digital pengawasan menjadi sebuah keharusan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan rehabilitasi DAS. Ia menyampaikan bahwa pelaporan manual yang selama ini digunakan seringkali mengalami keterlambatan dan kesalahan data, sehingga dengan aplikasi digital diharapkan pemantauan di lapangan bisa lebih real time dan responsif.

Lebih lanjut, Alip Winarto menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan berdasarkan atas dasar pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) Angkatan V Tahun 2025 atas nama Kepala Seksi PDAS Muslim, S.Hut., M.Hut. Pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali para pengawas dengan kemampuan teknis dan manajerial dalam mengoperasikan aplikasi pengawasan digital, menganalisis data, serta mengambil tindakan korektif bila ditemukan pelanggaran atau kekurangan dalam pelaksanaan rehabilitasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengawas rehabilitasi DAS dapat memahami dan mengimplementasikan sistem digital pengawasan secara optimal. Dengan begitu, proses monitoring tidak hanya lebih cepat dan akurat, tetapi juga mampu menghasilkan data yang valid sebagai dasar evaluasi dan perbaikan program rehabilitasi DAS di Kalimantan Selatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *