Presiden Prabowo Subianto kembali menjalankan tugas kenegaraan secara langsung dengan meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir dan longsor di provinsi-provinsi Sumatra pada 7–8 Desember 2025. Kedatangan Presiden ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilakukan sebagai bagian dari percepatan penanganan darurat bencana, memastikan distribusi bantuan, evakuasi korban, serta pemulihan akses jalan dan layanan dasar.
Dalam kunjungannya, Presiden didampingi pejabat dari lembaga terkait dan memantau langsung proses distribusi bantuan serta logistik di pos-pos pengungsian. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, tenda, matras, selimut, serta peralatan darurat — sebagai respon cepat atas kerusakan infrastruktur dan aliran listrik yang terputus di banyak wilayah terdampak.
Selain meninjau lokasi bencana, Presiden juga memimpin rapat terbatas koordinasi penanganan darurat bersama Kementerian Pertahanan, TNI, Polri, dan badan terkait. Fokus utama rapat adalah mempercepat rekonstruksi jembatan serta jalan yang rusak dan memprioritaskan penyediaan layanan dasar untuk warga terdampak. Presiden berharap agar proyek perbaikan infrastruktur utama dapat selesai dalam waktu dekat supaya akses dan mobilitas kembali normal.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Prabowo untuk menanggapi krisis secara aktif dan cepat. Dengan turun langsung ke lapangan, Presiden ingin memastikan bahwa bantuan sampai ke tangan warga yang membutuhkan, serta memantau secara teliti proses rehabilitasi pasca-bencana agar tidak ada warga yang terlupakan. Hal ini juga bertujuan membangun kepercayaan masyarakat terhadap respons pemerintah dalam situasi darurat.
Peninjauan terbaru ini menjadi bagian dari rangkaian prioritas pemerintah dalam beberapa pekan terakhir — tidak hanya penanganan bencana, tetapi juga stabilitas nasional dan penataan kebijakan dalam negeri. Langkah nyata seperti ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap rakyat.









Tinggalkan Balasan