. Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi daerah yang paling terdampak, dengan ribuan rumah terendam dan akses transportasi lumpuh akibat luapan sungai serta tanah longsor. Intensitas hujan yang tinggi disebut sebagai pemicu utama bencana yang terjadi secara beruntun di tiga provinsi tersebut.
Menurut data terbaru BNPB, jumlah korban jiwa mencapai 914 orang hingga 6 Desember 2025, terdiri dari 359 korban di Aceh, 329 di Sumatera Utara, dan 226 di Sumatera Barat. Selain korban meninggal, ratusan warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan. Banyak korban ditemukan tertimbun material longsor maupun terseret arus banjir bandang yang datang mendadak saat hujan mencapai puncaknya.
Kerusakan infrastruktur juga terjadi secara luas. Rumah, jembatan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga jalan utama di berbagai wilayah Sumatra Utara mengalami kerusakan berat, membuat proses distribusi bantuan terhambat. Beberapa desa bahkan masih terisolasi karena akses darat putus total akibat longsoran besar yang menutup jalur penghubung antarwilayah. Pemerintah dan relawan terus berupaya membuka akses dengan alat berat, namun cuaca dan kondisi tanah yang labil membuat proses berjalan lambat.
Pemerintah pusat telah menetapkan status tanggap darurat dan mengerahkan personel tambahan untuk percepatan evakuasi, pendirian posko, serta pemulihan infrastruktur. Pemerintah menargetkan penanganan darurat dapat selesai sebelum akhir Desember, termasuk perbaikan jalan-jalan strategis yang terputus akibat banjir dan longsor. Meskipun demikian, kebutuhan warga seperti air bersih, makanan, layanan kesehatan, serta tempat tinggal sementara masih menjadi tantangan besar di lapangan.
Sementara itu, para ahli menyampaikan bahwa skala bencana ini dipengaruhi tidak hanya oleh cuaca ekstrem, tetapi juga oleh kerusakan lingkungan akibat deforestasi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Hilangnya lebih dari satu juta hektare hutan di provinsi-provinsi terdampak membuat daerah hulu kehilangan daya serap air, sehingga memperparah banjir dan longsor. Masyarakat dihimbau tetap waspada karena curah hujan tinggi masih diprediksi terjadi dalam beberapa pekan ke depan.









Tinggalkan Balasan