Banjarmasin – Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, membuka secara resmi Latihan Khusus Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Banjarmasin Tahun 2026, di Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan, Liang Anggang, Banjarbaru, Senin (5/10) pagi.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 12 kader KOHATI tersebut merupakan bagian dari proses kaderisasi yang dilaksanakan secara rutin pada setiap periode kepengurusan. Latihan Khusus KOHATI berlangsung selama lima hari, 5 hingga 10 Oktober 2026.
Dalam sambutan, drg Ellyana menyampaikan apresiasi kepada Korps HMI-Wati Cabang Banjarmasin yang telah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Korps HMI-Wati Cabang Banjarmasin yang telah menyiapkan kegiatan ini. Di tengah padatnya kesibukan perkuliahan, menjaga kaderisasi tetap berjalan bukanlah pekerjaan yang ringan,” ujar drg Ellyana.
Menurut Ellyana Trisya, KOHATI dan BKOW memiliki semangat yang sejalan dalam mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang aktif, mampu menggerakkan organisasi, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan.
“KOHATI dan BKOW sesungguhnya berada di jalan yang sama, yaitu menyiapkan perempuan yang aktif, mampu menggerakkan dan berkontribusi kepada pembangunan,” kata Ellyana Trisya.
drg Ellyana Trisya Hasnuryadi juga menjelaskan, BKOW Provinsi Kalsel saat ini menghimpun 42 organisasi wanita di Kalimantan Selatan. Sementara itu, organisasi mahasiswa seperti KOHATI dinilai menjadi salah satu ruang awal bagi perempuan untuk belajar mengenai kepemimpinan dan organisasi.
“Organisasi mahasiswa seperti KOHATI sering menjadi tempat pertama seorang perempuan belajar memimpin. Karena itu, dari latihan ini kami menanti lahirnya pengurus, penggerak, dan pemimpin organisasi perempuan di Kalimantan Selatan pada tahun-tahun mendatang,” tutur Ketua BKOW Provinsi Kalsel ini.
Lebih lanjut, drg Ellyana berpesan agar para peserta tidak hanya mengejar ilmu dan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter sebagai modal utama dalam kepemimpinan.
“Ilmu dan gelar saja belum cukup untuk membuat seseorang dipercaya memimpin. Yang menentukan adalah karakternya, yaitu kejujuran, tanggung jawab, ketekunan, dan keberanian mengambil sikap,” tegas Istri Wakil Gubernur Kalsel ini.
Ellyana Trisya Hasnuryadi, kemudian mengutip pesan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu mengenai enam hal yang diperlukan seseorang dalam meraih ilmu, yakni kecerdasan, rasa ingin tahu, kesabaran, bekal yang cukup, bimbingan guru, dan waktu yang panjang.
“Perhatikanlah, hanya satu dari enam hal itu yang berkaitan dengan kecerdasan. Selebihnya adalah kesungguhan. Latihan ini menyediakan dua di antaranya, yaitu bekal dan bimbingan dari para senior, pembimbing, dan guru. Selebihnya ada pada diri adik-adik sendiri,” jelas Ellyana.
Pada kesempatan tersebut, Ketua BKOW Provinsi Kalsel ini juga menitipkan pesan kepada para peserta agar senantiasa menghormati orang tua serta menghargai guru dan pembimbing.
“Hormati dan sayangi ibu bapak adik-adik, sebab ridha mereka membuka jalan keberhasilan. Hargai pula para guru dan pembimbing, sebab dari merekalah keberkahan ilmu diperoleh,” pesan Ketua BKOW.
Latihan Khusus KOHATI Cabang Banjarmasin ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi salah satu tahapan yang harus ditempuh dalam proses kaderisasi untuk menjaga kualitas kader KOHATI.
Jumlah peserta yang relatif terbatas juga merupakan bagian dari proses tersebut.
Sebelum mengikuti latihan, para kader telah melalui tahapan screening berupa fit and proper test, sehingga peserta yang terpilih diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara lebih efektif dan optimal.
Usai membuka kegiatan, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi juga berkesempatan mengunjungi Rumah Kemasan yang dikelola Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, drg Ellyana melihat secara langsung fasilitas dan aktivitas Rumah Kemasan yang menjadi salah satu layanan pendukung bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kalimantan Selatan.
Dilaporkan, sejak diresmikan sekitar satu tahun lalu oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Rumah Kemasan tersebut telah memberikan layanan dan membantu sebanyak 723 UKM dalam mendukung pengembangan kemasan produk mereka. (Ran/Adpim)
Foto : Naimah Mahmudah/ Biro Adpim








